Selasa, 24 Mei 2011

Pembagian filsafat dan Filsafat Ilmu

Pembagian filsafat

  Pembagian filsafat
  1.      Ontology atau metafisika ( adaumumsebagai yang ada )
  2.          Teotesia ( adamutlakadanya )
  3.      Cosmologi atau filsafat alam ( berfikirmendasartentangalam yang tidakmutlak)
  4.          Antropolog iatau filsafa tmanusia ( berfikir untuk menemukan hakikat terdalam mengenai adanya manusia tapi berbeda dengan alam  atau yg lainnya 
  5.            Estestika ( seni )
  6.      Etika( tingkahlaku ) bererfikir mendasar atau fundamental mengenai aturan tatatertib berperilaku tentang kemanusiaan yang mengenalnilai-nilai moral, bertindak, dll.
  7.       Logika  
  8.      Epistimologi ( filsafatilmu )
  9.      Filsafathukum
  10.      Filsafatekonomi
  11.        Metafisika ( berfikir mendalam mengenai sesuatu yang ada di balik yang ada )

FiLsAfaT ilMU

   Filsafat berasal dari bahasa yunaniPHILOSOPHIA  yang berarti “  cintakebijaksanaan“.
Ø  Filsafat yang berarti “CintaKebijaksanaan“ adalah ingintahu secaramendalam dan mendasar atau secara fundamental mengenaihakikat kebenaran sesuatu yang “ ada “ ( sesuatu yang benar-benarada )
Ø  Dengan demikian filsafat merupakanilmu yang mempelajari dengan sungguh-sungguh hakika tkebenaran segala sesuatu dengan bantuan filsafat, manusia berusaha menangkap makna, hakikat, hikmah di setiap pemikiran, realitas dan kejadian.
Ø  Filsafat mengantarkan manusia untuk lebih jernih, mendasar dan bijaksana dalam berpikir, bersikap, berkata, berbua tdan mengambil kesimpulan.
Ø  Filsafat berarti juga materscientiarum yang berarti induk dari segala ilmu pengetahuan.


    Hakikat Manusia

    Hakikat manusia
              Kita harusselalumenggunakanhakikatmanusiadalamsaetiapberfikir
        ü  Manusiadiciptakanoleh 2 substansiyaitu;
    Ø     Fisik (jasmani)
            Ø  Non fisik (rohani)
               ü  Energi di dalam jiwa disebut kemampuan (mental psykologi)
              Ø  Efektif                        
            Ø  Shycologis
        Ø  Kognitif
             Ø  Bijaksana

    kebenaran agama dan Kebenaran filsafat

    Kebenaran agama

                                                     Kebenaran mutlak :karena datang dari Alloh bukan di peroleh dari usaha manusia. Agama sebagaikebenaranmutlak yang bersifataprioridantidakperlu di uji karena sudah terbukti kebenarannya. 
    Kebenaranfilsafat
    Kebenaran kodrati karena merupakan hasil usaha manusia melalui proses berfikir secara mendasar untuk mencari hakikat, kebenaran tentang obyek yang dipikirkan.
    •           Kebenaran filsafat  –kebenaran kodrati.
                                    - hasil usaha manusia / pemikiran manusia
                                    - yang dilakukan dengan kesadaran
    •      Filsafat bersifat nisbi sebagai hasil berfikir  manusia untuk memenuhi keingintahuannya dalam mencar dan mengungkapkan kebenaran yang dapat berubah dan berkembang.
    •          Fisafat diterima dengan akal sehat (comman sense) tanpa perlu di buktikan secara empiris.
    •          Filsafat dalam kesemestaannya mencari hakikat kebenaran segala sesuatu yang dapat di pikirkan sebagai objek berfikir.
    •          Sumber kebenaran filsafat adalah hasil usaha manusia yang tidak sempurna.
    •           Kebenaran filsafat bukan kebenaran sektoral, factual dan bukan pula kebenaran empiris.
    •           kebenaran filsafat benar demi pikiran sehat (common sense) dan bukan kebenaran ilmu yang benar karena bukti dan bukan kebenaran agama yang benar karena keimanan.